Banjir Bandang dan Longsor Terjang Manduriang OKU Selatan, 32 KK Terdampak dan 7 Rumah Rusak Berat

Hukum, News, Pemerintahan99 Dilihat

OKU SELATAN — Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor menerjang Dusun 6 dan Dusun 8 Manduriang, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sabtu (28/3/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang warga mengalami luka ringan, tujuh unit rumah rusak berat, serta sedikitnya 32 kepala keluarga terdampak.

 

Bencana dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Sekira pukul 18.30 WIB, terjadi longsor yang disertai suara gemuruh dari belakang permukiman warga. Material tanah dan pepohonan menimpa rumah warga, menyebabkan kerusakan berat serta menimbun sebagian bangunan dan kendaraan milik warga.

 

Satu korban mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan dan telah mendapatkan penanganan medis. Selain itu, beberapa rumah warga mengalami kerusakan parah, termasuk satu unit rumah yang tertimbun longsor dan sebagian bangunan lain yang terdampak banjir bandang.

 

Sekira pukul 20.00 WIB, banjir bandang menyusul menerjang kawasan tersebut dan memperparah kondisi permukiman. Arus air yang cukup deras menyebabkan sebagian bangunan terseret serta menambah jumlah kerugian material warga.

 

Mendapat laporan kejadian, jajaran Polres OKU Selatan melalui Polsek Banding Agung langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, evakuasi korban, serta pendataan dampak bencana. Personel juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, BPBD, serta instansi terkait untuk penanganan darurat.

 

Kapolres OKU Selatan bersama Pemerintah Kabupaten turut turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal serta menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. Selain itu, aparat bersama masyarakat melakukan gotong royong guna membantu proses evakuasi dan pembersihan material longsor.

 

Sebagai langkah lanjutan, Polres OKU Selatan bersama pemerintah daerah dan unsur TNI menyiapkan posko terpadu serta dapur umum guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan. Pembersihan area terdampak juga akan dilakukan secara bertahap untuk mempercepat normalisasi lingkungan.

 

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan bencana ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam situasi darurat.

 

“Polres OKU Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait telah bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana ini. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dan penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali pulih,” ujar Nandang.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

 

“Kami mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai agar segera melapor apabila melihat tanda-tanda potensi bencana. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

 

Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh penanganan bencana, bantuan terhadap masyarakat terdampak, serta langkah pemulihan akan terus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan guna menjamin keselamatan dan keamanan warga di wilayah Sumsel.