Wujudkan Presisi Polri, Polda Sumsel Kawal Aksi Damai 416 Buruh dan Gelar Potong Tumpeng Bersama di DPRD Sumsel

Hukum, News26 Dilihat

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat stabilitas keamanan nasional melalui pengamanan humanis dan fasilitasi dialog produktif dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang berlangsung damai di Kota Palembang, Jumat (1/5/2026).

 

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung pengamanan guna memastikan penyampaian aspirasi buruh berjalan aman, tertib, dan tetap mendukung iklim investasi serta pembangunan nasional.

 

Sebanyak 416 massa buruh dari berbagai kabupaten/kota Palembang, Muara Enim, Ogan Ilir, Prabumulih, Banyuasin, hingga PALI menggelar aksi damai menuju Simpang Lima Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Seluruh pergerakan dikawal profesional oleh jajaran Polda Sumatera Selatan sejak titik awal di Benteng Kuto Besak hingga lokasi aksi.

 

Sebagai bentuk pendekatan humanis, Polda Sumsel menghadirkan momen kebersamaan melalui prosesi pemotongan tumpeng bersama antara aparat kepolisian dan perwakilan buruh di lokasi aksi. Tradisi ini menjadi simbol kuat kemitraan Polri dan pekerja dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.

 

Selain pengamanan, Polda Sumsel juga menguatkan peran Desk Ketenagakerjaan di Ditreskrimum sebagai sarana percepatan penyelesaian persoalan buruh.

 

“Polri hadir bukan untuk mengambil alih peran lembaga yang sudah ada, tetapi untuk mendukung percepatan penyelesaian apabila terdapat hambatan. Desk Ketenagakerjaan di Ditreskrimum Polda Sumsel terbuka bagi seluruh pekerja,” tegas Kapolda Sumsel.

 

Sejalan dengan itu, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyampaikan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi buruh secara struktural dan berkelanjutan.

 

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh buruh yang hadir dengan tertib dan damai. Pemerintah memandang buruh sebagai mitra strategis pembangunan. Kami akan menyiapkan surat resmi bersama DPRD kepada Presiden Republik Indonesia dan kementerian terkait sebagai tindak lanjut aspirasi buruh,” tegas Herman Deru.

 

Gubernur juga menegaskan langkah konkret lainnya, termasuk penguatan Dewan Pengupahan di seluruh kabupaten/kota serta peningkatan pengawasan ketenagakerjaan melalui pendekatan jemput bola guna memastikan hak-hak pekerja terpenuhi secara adil.

 

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa peringatan May Day tahun ini menjadi contoh nyata kedewasaan demokrasi di Sumatera Selatan.

 

“Ketika buruh menyampaikan aspirasi secara damai, Polri mengawal secara humanis, dan pemerintah merespons secara konkret, itulah sinergi terbaik yang kita bangun bersama. Ini menjadi cerminan Sumatera Selatan yang aman dan kondusif,” ujar Nandang.

 

Keberhasilan pengamanan May Day 2026 ini menunjukkan komitmen kuat Polda Sumatera Selatan dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung agenda nasional terkait perlindungan hak pekerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.