Wali Kota Lubuk Linggau Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Program Gebrak Rutilahu

News, Pemerintahan31 Dilihat

Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat (Rachmat Hidayat Hyoppy), menghadiri kegiatan Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Gebrak Rutilahu) yang dipusatkan di Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II.

 

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota langsung melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

Sebagai informasi, Program Gebrak Rutilahu bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Selatan dan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

 

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sumsel, H Herman Deru, secara virtual melalui Zoom Meeting.

 

Dalam sambutannya, H Rachmat Hidayat menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Lubuk Linggau terus berupaya melakukan kolaborasi lintas sektor guna mempercepat penanganan rumah tidak layak huni.

 

“Kita sudah berkolaborasi bersama Baznas dan Forum CSR. Bagi masyarakat yang belum masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), akan kita masukkan ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Lubuk Linggau,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, masih terdapat masyarakat yang layak menerima bantuan namun belum terdata dalam sistem.

 

Oleh karena itu, pemerintah daerah akan melakukan pendataan ulang agar bantuan dapat tepat sasaran.

 

“Solusinya, akan kita masukkan ke DTKS, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan terutama yang rumahnya tak layak huni, dapat kita bantu,” tambahnya.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H Emra Endi Kesuma, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Febrio Fadilah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Endy Ekaputra Wijaya.

 

Kemudian, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Fahni, Kepala Dinas Kesehatan Marlinda Sari, Kepala Dinas PPKB, Deasy Novia, Plt Kepala Bappeda, Ira Dwi, Kepala Dinas Sosial, Hasan UY, Camat Lubuk Linggau Utara II, May Suhada, serta sejumlah perwakilan OPD. (*)