Wakil Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian‎‎‎

News, Pemerintahan78 Dilihat

Lubuklinggau-Wakil Wali Kota (Wawako) Lubuk Linggau, H Rustam Effendi bersama Kepala Dinas Pertanian, Hj Dwi Eri Yanti menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian Tahun 2026 yang diinisiasi Kementerian Pertanian yang berlangsung di Auditorium Kementan RI, Senin (20/4/2026).‎‎

 

Dalam Rakornas tersebut juga membahas terkait sasaran pemerintah dalam memitigasi pemanfaatan Sumber Daya Alam di setiap daerah dengan kemandiriannya melalui pangan, protein, Biodiesel B-50, dan Bioethanol-e-20.‎‎

 

Menteri Pertanian RI, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman pada kesempatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin tak menentu.

 

Ia menekankan bahwa mitigasi kekeringan harus dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berbasis data.‎‎

 

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan air untuk lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret seperti optimalisasi embung, irigasi, serta penggunaan teknologi pertanian modern dalam mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan,” ujarnya.‎‎

 

Kementerian Pertanian sambung Amran, memberikan bantuan kepada setiap daerah yang sudah menyampaikan usulannya dalam percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan pompanisasi, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan, serta penguatan sistem informasi iklim dan pertanian, melalui program-program yang ada di Kementrian Pertanian RI.‎‎

 

”Dengan optimalisasi infrastruktur air yang ada, penggunaan benih unggul tahan kering, serta optimalisasi lahan-lahan tadah hujan yang selama ini kurang produktif. Tidak ada waktu untuk menunggu. Setiap hari adalah kesempatan untuk menyelamatkan produksi pangan nasional,” tegasnya.‎‎

 

Potensi Dampak El Nino “Godzilla”

 

Sementara itu, terkait potensi kekeringan akibat fenomena El Nino, Amran memastikan kondisi stok pangan nasional masih dalam posisi aman.

 

“Ini kalau dampak ada El Nino Godzilla itu nggak masalah. Kenapa nggak masalah? Karena stok kita insya Allah 3 hari ke depan 5 juta ton tertinggi selama republik ini merdeka. Pernah dulu 2,6 juta ton 1984, sekarang hampir dua kali lipat,” jelasnya.

 

Ia memaparkan, selain stok beras, terdapat juga potensi produksi dari tanaman yang siap panen (standing crop) serta cadangan di sektor perhotelan, restoran, dan katering (Horeka).

 

“Yang kedua standing crop kita 11 juta ton, yang maksudnya standing crop adalah tanam dan tinggal panen. Kemudian yang selanjutnya ada di Horeka, itu 12,5 juta ton. Totalnya bisa 11 bulan. Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan sedangkan cadangan kita 11 bulan. Artinya lebih dari cukup,” pungkasnya.(*)