Sinergi “Polisi Dulur Kito”, Polres Musi Rawas Launching Kedai AKOR PRESISI Sebagai Wadah Kolaborasi Kamtibmas

Hukum, News81 Dilihat

 

MUSI RAWAS – Polres Musi Rawas melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) resmi meluncurkan Kedai Asosiasi Komunitas Ojek (AKOR) PRESISI di Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata Polres Musi Rawas dalam menerjemahkan visi Kapolda Sumsel melalui pendekatan yang humanis dan kolaboratif.

Kegiatan yang mengusung tema “Jangan Bisingkan Kami Dengan Suara Knalpot Brong” tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, didampingi Wakapolres Kompol Hendri SH, serta Kasat Lantas AKP Muriyanto SH, MH. Turut hadir pula para Pejabat Utama (PJU) Polres, perwakilan Dinas Perhubungan, Bhabinsa, serta berbagai komunitas mulai dari ojek, komunitas Vespa, trail, hingga paguyuban masyarakat.

Selain seremoni peresmian, polres juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis oleh Sidokkes Polres Musi Rawas serta layanan servis kendaraan dan penggantian oli gratis bagi pengemudi ojek. Hal ini selaras dengan jargon “Polisi Dulur Kito” yang diusung Kapolda Sumsel, di mana Polri hadir sebagai saudara dan pelindung yang peduli pada kesejahteraan ekonomi masyarakat kecil.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, menyampaikan bahwa Kedai AKOR PRESISI merupakan tindak lanjut program Kapolda Sumsel sekaligus penguatan program internal kita “Jaga Musi Rawas”. Program ini merupakan miniatur dari strategi besar Polda Sumsel dalam menciptakan wilayah yang kondusif melalui kemitraan strategis.

“Kegiatan ini menjadi sarana bertukar pikiran dalam rangka meningkatkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di tengah kondisi global yang dinamis, diperlukan peran aktif seluruh elemen. Minimal jadilah polisi untuk diri sendiri,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Kasat Lantas AKP Muriyanto menjelaskan bahwa Kedai AKOR PRESISI berfungsi sebagai pusat edukasi tertib berlalu lintas. Langkah ini merupakan bentuk Community Policing (Polmas) yang ditekankan oleh Kapolda Sumsel untuk mengubah paradigma penegakan hukum dari represif menjadi preemtif, khususnya dalam menekan penggunaan knalpot brong yang meresahkan.

Perwakilan komunitas ojek menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Mereka menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra polri dalam menjaga keamanan wilayah.

Kesimpulan dan Harapan
Peluncuran Kedai AKOR PRESISI ini merupakan manifestasi nyata dari program Kapolda Sumsel yang mengedepankan kolaborasi lintas sektoral. Dengan merangkul komunitas marginal dan peka terhadap kebutuhan masyarakat, Polres Musi Rawas berhasil membangun deteksi dini gangguan keamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik (public trust). Sinergi yang kuat ini diharapkan mampu menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Musi Rawas.