MUSI RAWAS-Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi Jemaah Calon Haji (JCH), Kabupaten Musi Rawas, ketika perjalanan Ibadah haji dari Kabupaten Musi Rawas menuju Kota Palembang, pada tahun 2026.
Maka, Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, memerintahkan, Kabag Ops, AKP Fredy Rajagukguk, SH, MH, bersama Kasat Resnarkoba, Iptu Jemmy Amin Gumayel, SH, MM, melaksanakan Ramp Check, pengecekan kesehatan sekaligus tes urine terhadap sopir dan kernet bus pengangkut JCH Musi Rawas.
Kegiatan tersebut digelar di Klinik Pratama Sidokkes Polres Musi Rawas, Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (8/5/2026).
Hal tersebut dibenarkan, Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, saat dikonfirmasi, sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (8/5/2026).
“Benar, sengaja Polres Musi Rawas, melakukan Ramp Check, pengecekan kesehatan sekaligus tes urine terhadap sopir dan kernet bus pengangkut JCH Musi Rawas,” kata Kapolres
Kapolres menjelaskan, saat pelaksaaan Ramp Check, pengecekan kesehatan sekaligus tes urine terhadap sopir dan kernet berjalan dengan tertib dan hasil pemeriksaan, seluruh sopir dinyatakan sehat dan negatif narkoba.
Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif demi memastikan perjalanan JCH Musi Rawas berjalan dengan aman, lancar, dan selamat menuju embarkasi Palembang.
“Karena, keselamatan jamaah adalah prioritas utama. Selain itu, sopir harus sehat, prima, dan bebas narkoba agar JCH Musi Rawas, tiba di embarkasi Palembang dengan selamat,” ucapnya
Kapolres berharap, dengan dilakukannya kegiatan Ramp Check, pengecekan kesehatan dan tes urine kepada sopir dan kernet yang membawa penumpang JCH di Musi Rawas, pertama memastikan seluruh sopir dan kernet dalam kondisi sehat dan prima saat bertugas serta kondisi kendaraan.
Kedua, menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah calon haji selama perjalanan, ketiga mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan atau pengaruh narkoba, keempat memberikan rasa aman kepada keluarga jamaah dan masyarakat.
“Dan, mewujudkan pelayanan transportasi haji yang aman, tertib, dan lancar, serta memastikan tidak ada sopir maupun kernet yang menggunakan narkotika atau zat berbahaya lainnya,” akhirnya.







