Polsek Jayaloka Bersama Tim Gabungan Survei Lokasi Pemasangan Perangkap Beruang Madu di Sukakarya

Hukum, News33 Dilihat

MUSI RAWAS-Menindaklanjuti laporan adanya dugaan serangan satwa liar berupa Beruang Madu terhadap warga di wilayah Kecamatan Sukakarya.

 

Jajaran Polsek Jayaloka bersama tim gabungan melaksanakan pengecekan lokasi dan survei serta rencana pemasangan perangkap satwa liar di area perkebunan warga di Desa Ciptodadi I, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Selasa (19/5/2026).

 

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan, Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, dalam upaya penanganan satwa liar sekaligus menjamin keselamatan masyarakat di wilayah hukum Polres Musi Rawas.

 

Survei lapangan dipimpin langsung Wakapolsek Jayaloka, Ipda Romadoni bersama personel Polpos Sukakarya, didukung personel Koramil Jayaloka, Pemerintah Kecamatan Sukakarya, Pemerintah Desa Ciptodadi I, Tim BKSDA/Kementerian Kehutanan wilayah Kabupaten Lahat, Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta warga sekitar.

 

Kegiatan diawali apel kesiapan di kantor Desa Ciptodadi I, sekitar pukul 09.00 WIB sebelum tim bergerak menuju lokasi penyerangan beruang madu yang terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 lalu, dan menyebabkan seorang warga mengalami luka serius.

 

Di lokasi, petugas gabungan melakukan penyisiran area perkebunan guna mengidentifikasi jejak kaki serta tanda-tanda keberadaan satwa liar. Tim juga melakukan pemetaan sejumlah titik yang diduga menjadi jalur perlintasan beruang madu untuk menentukan lokasi efektif pemasangan perangkap yang telah disiapkan Tim BKSDA Kabupaten Lahat.

 

Selain itu, personel gabungan turut memberikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat dan para petani agar lebih waspada saat beraktivitas di kebun, terutama pada waktu rawan kemunculan satwa liar.

 

Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, Polres Musi Rawas bergerak cepat bersama instansi terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

 

“Polri bersama pemerintah daerah dan BKSDA akan terus melakukan langkah-langkah penanganan secara maksimal agar keberadaan satwa liar ini tidak kembali membahayakan masyarakat. Kami mengimbau warga agar sementara waktu tidak beraktivitas sendirian di area kebun yang rawan serta segera melapor apabila melihat keberadaan beruang madu,” kata Kapolres.

 

Kapolres juga menegaskan bahwa sinergitas lintas sektoral sangat penting dalam menangani konflik antara manusia dan satwa liar agar penanganannya tetap aman dan sesuai prosedur.

 

“Kami mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BKSDA hingga masyarakat yang turut aktif memberikan informasi. Dengan kerja sama ini diharapkan proses tracking dan pemasangan perangkap dapat berjalan efektif,” tambahnya.

 

Dari hasil kegiatan tersebut, petugas berhasil memperoleh gambaran medan serta titik-titik yang diduga menjadi lintasan satwa liar. Namun pemasangan perangkap belum dapat dilakukan karena posisi sarang utama beruang madu masih dalam proses pencarian lebih lanjut.

 

Sesuai hasil koordinasi bersama, Tim BKSDA Kabupaten Lahat bersama personel Polsek Jayaloka dijadwalkan kembali melaksanakan tracking lanjutan pada Rabu, 20 Mei 2026 guna memastikan titik pemasangan perangkap yang paling efektif.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta kehadiran petugas gabungan di lapangan dinilai mampu mengurangi rasa cemas masyarakat terhadap ancaman hewan buas tersebut.