Polisi Bantu Pemudik yang Tertinggal Kereta di Baturaja

Hukum, News38 Dilihat

BATURAJA — Personel Polres Ogan Komering Ulu membantu dua pemudik yang tertinggal kereta api di Stasiun Baturaja, Sumatera Selatan, Sabtu (14/3/2026).

Petugas yang bertugas di Pos Pengamanan Terpadu Stasiun Kereta Api Baturaja memberikan tempat bermalam bagi kedua penumpang tersebut sebelum akhirnya mengantarkan mereka naik kereta pada keberangkatan berikutnya.

Dua penumpang yang mendapat bantuan tersebut adalah Oktaviana, warga Lampung Tengah, dan seorang anggota keluarganya yang masih berusia remaja.

Keduanya tertinggal kereta tujuan Tanjung Karang dan tidak memiliki tempat untuk bermalam sambil menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.

Melihat kondisi tersebut, personel Polres OKU segera memberikan bantuan dengan mempersilakan keduanya beristirahat di Pos Pengamanan Terpadu Stasiun KAI Baturaja agar tetap berada dalam kondisi aman.

Petugas juga memastikan kedua penumpang mendapat pendampingan selama berada di kawasan stasiun.

Keesokan paginya sekitar pukul 06.00 WIB, personel Polres OKU kembali mendampingi keduanya menuju peron keberangkatan.

Petugas bahkan mengantar langsung hingga ke gerbong kereta untuk memastikan mereka dapat berangkat dengan aman menuju tujuan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari semangat pelayanan dalam Operasi Ketupat Musi 2026.

“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Personel kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa setiap pos pengamanan selama masa mudik Lebaran harus menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat.

“Tidak ada pemudik yang boleh merasa sendirian atau terlantar. Setiap pos pengamanan adalah titik perlindungan bagi masyarakat,” kata Nandang.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami kendala selama perjalanan mudik untuk segera mendatangi pos pengamanan atau pos pelayanan Polri yang tersebar di berbagai titik jalur mudik.

Melalui tindakan sederhana tersebut, personel Polres OKU menunjukkan bahwa pengamanan mudik tidak hanya tentang pengaturan lalu lintas, tetapi juga tentang kehadiran polisi yang siap membantu masyarakat dalam berbagai situasi.