Polda Sumsel Perkuat Pengamanan Mudik, Semua Moda Transportasi Diawasi Serentak

Hukum, News34 Dilihat

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh jalur transportasi yang digunakan masyarakat selama arus mudik Lebaran berada dalam pengawasan ketat pada hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Minggu (15/3/2026).

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan personel di berbagai simpul transportasi utama, mulai dari jalur sungai di Dermaga Bekang Palembang, pusat aktivitas lalu lintas Kota Palembang, Stasiun Kereta Api Lubuk Linggau, hingga jalur lintas kabupaten di wilayah Ogan Komering Ulu Selatan.

Langkah tersebut menunjukkan strategi pengamanan multimoda yang diterapkan Polda Sumsel untuk memastikan perjalanan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H berlangsung aman, lancar, dan terkendali.

Subsatgas Polairud Ops Ketupat Musi 2026 melaksanakan pengawasan transportasi perairan di kawasan Dermaga Bekang Palembang sejak pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin Ipda Ahmad Wadi Harpa bersama empat personel lainnya yang memastikan seluruh aktivitas transportasi sungai berjalan tertib serta memenuhi standar keselamatan bagi masyarakat pengguna jalur perairan.

Pengawasan jalur sungai menjadi bagian penting dari strategi pengamanan karena wilayah Sumatera Selatan memiliki jaringan transportasi perairan yang masih dimanfaatkan masyarakat dalam aktivitas perjalanan.

Di Kota Lubuk Linggau, personel Polres Lubuk Linggau yang bertugas di Pos Pelayanan Stasiun Kereta Api memberikan pelayanan langsung kepada penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta.

Petugas memberikan imbauan keselamatan kepada para penumpang serta menyediakan fasilitas istirahat bagi pemudik yang membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.

Pendekatan pelayanan ini menjadi bagian dari konsep Operasi Ketupat Musi sebagai operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Subsatgas Rekayasa Lalu Lintas Ops Ketupat Musi 2026 mengerahkan 29 personel untuk melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis Kota Palembang.

Pengamanan difokuskan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Cinde, Perputaran Air Mancur, serta area sekitar Masjid Agung Palembang yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama akhir pekan dan periode awal arus mudik.

Kehadiran personel di titik-titik tersebut bertujuan mencegah kepadatan lalu lintas sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di jantung kota.

Pemantauan arus mudik juga dilakukan di wilayah Ogan Komering Ulu Selatan melalui tiga pos pengamanan strategis, yakni Pos Pelayanan Muaradua, Pos Terpadu Simpang Martapura, dan Pos Pengamanan Banding Agung.

Berdasarkan laporan lapangan, situasi lalu lintas di ketiga pos tersebut terpantau lancar dan terkendali tanpa hambatan berarti.

Ketiga pos tersebut menjadi titik penting pengawasan karena merupakan jalur penghubung antarwilayah serta akses menuju daerah perbatasan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan pengamanan dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

“Pada hari ketiga operasi ini, personel kami hadir di semua moda transportasi, mulai dari dermaga, jalan raya hingga stasiun kereta api. Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa pengerahan personel di seluruh simpul transportasi merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat selama arus mudik.

“Setiap pemudik yang menggunakan moda transportasi apa pun, baik darat, sungai maupun kereta api, harus mendapatkan perlindungan yang sama dari jajaran kami,” ujarnya.