Karyawan Bank Temukan Pimpinan Cabang Tak Bernyawa di Kamar Mess, Polisi Lakukan Olah TKP

Hukum, News63 Dilihat

BANYUASIN — Jajaran Polres Banyuasin bergerak cepat menindaklanjuti laporan penemuan jenazah seorang pimpinan cabang perbankan di dalam kamar mess Bank BPR Tiur Ganda, Jalan Merdeka, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Selasa (31/3/2026) sekira pukul 08.30 WIB.

 

Korban diketahui berinisial H.S. (35), pimpinan cabang Bank BPR Tiur Ganda yang berdomisili di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Penemuan jenazah bermula saat karyawan mencari korban untuk keperluan rapat pagi karena yang bersangkutan tidak hadir seperti biasa.

 

Salah satu karyawan, G.K.N. (25), pertama kali melihat kondisi korban dari jendela kamar. Menyadari adanya kejanggalan, ia segera memanggil rekan kerja lainnya. Pintu kamar kemudian didobrak, dan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

 

Mendapat laporan tersebut, personel Polres Banyuasin langsung mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengamankan area dengan pemasangan garis polisi. Unit Inafis bersama piket Reskrim melakukan pendataan dan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi di lokasi.

 

Tiga orang saksi yang telah dimintai keterangan yakni G.K.N. (25), A.U. (31), dan H.R.S.P. (31), yang merupakan karyawan Bank BPR Tiur Ganda.

 

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke RSUD Banyuasin sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Sumatera Selatan untuk dilakukan Visum et Repertum (VER) guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan forensik.

 

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., membenarkan penanganan peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa seluruh proses telah dilaksanakan sesuai prosedur.

 

“Personel kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Olah TKP dilakukan secara komprehensif bersama unit Inafis, dan hasil VER nantinya akan menjadi dasar ilmiah dalam memastikan penyebab kematian secara resmi. Kami juga menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mencari dukungan ketika menghadapi tekanan atau permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Dalam kondisi apapun, penting untuk tidak menghadapi masalah sendirian. Keluarga, rekan kerja, dan lingkungan sekitar adalah sumber kekuatan. Jika membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110 yang siaga 24 jam,” tambahnya.

 

Saat ini, proses penanganan masih berlangsung dan penyidik menunggu hasil Visum et Repertum dari RS Bhayangkara sebagai dasar lanjutan penyelidikan.

 

Situasi di lokasi kejadian dinyatakan aman dan kondusif. Polda Sumatera Selatan memastikan perkembangan kasus ini akan disampaikan secara transparan kepada publik.