Kapolda Sumsel Instruksikan Seluruh Satker Tinggalkan Pola Kerja Rutinitas, Bergerak Berbasis Perencanaan Terukur

Hukum, News49 Dilihat

PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat tata kelola organisasi berbasis akuntabilitas dan profesionalisme melalui forum analisa dan evaluasi (anev) kinerja yang digelar secara rutin. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional Polri dalam membangun institusi yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung kegiatan anev kinerja melalui mekanisme coffee morning bersama jajaran Pejabat Utama (PJU), Rabu (1/4/2026), di Ruang Transit Gedung Presisi Mapolda Sumsel. Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., serta seluruh PJU Polda Sumsel.

Forum ini dirancang sebagai instrumen kontrol manajerial sekaligus ruang konsolidasi internal guna memastikan setiap satuan kerja (satker) mampu menjalankan tugas secara terukur, berbasis data, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa setiap satker wajib memiliki kesiapan data yang akurat, mutakhir, dan terverifikasi sebagai dasar pengambilan kebijakan pimpinan. Melalui paparan berkala yang dilakukan langsung oleh para PJU, setiap unit kerja dituntut memahami secara menyeluruh capaian kinerja, penggunaan anggaran, hingga kendala yang dihadapi di lapangan.

Pendekatan ini tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan internal, tetapi juga mendorong budaya kerja yang transparan dan berbasis evidensi, selaras dengan arah kebijakan Polri dalam penguatan sistem manajemen kinerja.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel memberikan penekanan kuat terhadap pentingnya tertib administrasi dan pengelolaan keuangan. Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan besar dalam organisasi sering kali berawal dari kelalaian kecil dalam administrasi yang tidak ditangani secara serius.

Menurutnya, kemampuan teknis di lapangan harus berjalan seiring dengan ketertiban administrasi. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun kinerja institusi yang berkelanjutan.

Kapolda Sumsel juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk meninggalkan pola kerja yang bersifat rutinitas tanpa arah yang jelas. Ia mendorong setiap satker untuk mengedepankan perencanaan yang matang, terstruktur, dan terukur — mulai dari agenda harian hingga program strategis tahunan.

Dengan perencanaan yang jelas dan evaluasi yang konsisten, setiap kegiatan diharapkan memiliki output dan outcome yang dapat diukur serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Forum coffee morning anev ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat fondasi organisasi Polda Sumsel. Secara internal, kegiatan ini membangun budaya disiplin, transparansi, dan kesiapsiagaan pimpinan dalam mengelola kinerja satker.

Sementara itu, secara eksternal, tata kelola yang tertib dan akuntabel menjadi jaminan bahwa setiap program dan anggaran yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Polda Sumsel dalam mendukung program transformasi Polri Presisi yang menempatkan profesionalisme dan akuntabilitas sebagai pilar utama kepercayaan publik.

“Administrasi yang buruk adalah awal dari masalah besar. Saya minta seluruh PJU dan Satker memastikan setiap data, laporan, dan pertanggungjawaban keuangan tertata dengan benar. Kita tidak boleh bekerja sekadar rutinitas — setiap langkah harus terencana, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa forum anev ini merupakan bagian dari penguatan budaya kerja profesional di lingkungan Polda Sumsel.

“Kapolda memastikan bahwa profesionalisme dibangun dari dalam — mulai dari administrasi yang tertib, perencanaan yang matang, hingga pelaporan yang akurat. Forum ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan Polri yang semakin dipercaya masyarakat,” ujar Nandang.

Kegiatan coffee morning anev kinerja yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel ini menegaskan arah transformasi Polda Sumatera Selatan menuju institusi yang modern, profesional, dan akuntabel.

Melalui mekanisme evaluasi yang konsisten dan berbasis data, Polda Sumsel memastikan setiap satuan kerja mampu memberikan kinerja terbaik, tidak hanya secara administratif, tetapi juga dalam memberikan pelayanan nyata bagi masyarakat.