Kecelakaan Maut Bus ALS vs Tangki di Lintas Sumatera Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar — Tim DVI RS Bhayangkara Palembang Lakukan Identifikasi

Hukum, News43 Dilihat

MURATARA/PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memastikan penanganan maksimal terhadap kecelakaan lalu lintas maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026) sekira pukul 12.00 WIB.

 

Tabrakan keras antara kedua kendaraan memicu ledakan dan kebakaran hebat yang melahap habis bus serta truk tangki di lokasi kejadian. Hingga laporan terbaru diterima, sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia, tiga orang mengalami luka bakar serius, dan satu orang mengalami luka ringan.

 

Sebanyak 16 kantong jenazah saat ini menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang dipusatkan di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Bid Dokkes Polda Sumsel.

 

Kecelakaan melibatkan satu unit Bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL yang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Rupit dan satu unit truk tangki PT Seleraya yang datang dari arah berlawanan, dari Rupit menuju Lubuk Linggau.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bus ALS yang dikemudikan A. diduga berupaya menghindari lubang jalan dan mengambil jalur kanan. Pada saat bersamaan, truk tangki yang dikemudikan Y. bersama seorang penumpang datang dari arah berlawanan sehingga tabrakan frontal tidak dapat dihindarkan. Benturan keras memicu ledakan besar yang menyebabkan kedua kendaraan terbakar hebat.

 

Dari total 16 korban meninggal dunia, sebanyak 14 orang merupakan penumpang Bus ALS, sedangkan dua lainnya adalah pengemudi dan penumpang truk tangki. Seluruh korban meninggal sebelumnya dievakuasi ke RS Siti Aisyah Lubuk Linggau sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi forensik lanjutan.

 

Sementara itu, tiga korban luka bakar berat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Rupit, sedangkan seorang kenek bus yang mengalami luka ringan tengah menjalani pemeriksaan oleh Satlantas Polres Muratara.

 

Dalam proses olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan sejumlah barang yang menjadi perhatian penyidik, di antaranya tabung gas, kursi dan dipan kayu, alat mesin motor, buah jeruk bali berserakan, satu unit sepeda motor bebek di dalam kabin bus, serta satu unit sepeda motor Suzuki Thunder yang diduga terlempar dari bagasi atas akibat benturan dan ledakan.

 

Temuan tersebut mengindikasikan adanya barang bawaan di luar ketentuan angkutan penumpang umum dan saat ini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidikan. Kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti dalam kondisi hangus terbakar. Kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp500 juta.

 

Operasi DVI Polri resmi diaktifkan untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi secara ilmiah dan akurat. Tim DVI dipimpin langsung oleh KBP Dr. Wahyu Hidajati selaku Kabid DVI Pusdokkes Polri bersama tim ahli yang terdiri dari AKP Jumadi, IPTU drg. Harismanto, IPDA dr. Dika Sp.F., serta IPTU Hari dari Laboratorium DNA Polri.

 

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi dan memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk penanganan maksimal.

 

“Ini adalah musibah besar yang sangat memilukan. Seluruh kekuatan kami, mulai dari Polres Muratara, Polda Sumsel, RS Bhayangkara, hingga Tim DVI Pusdokkes Polri, saat ini bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dan keluarga mendapatkan kepastian secepat mungkin. Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

 

Lebih lanjut, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan masih terus berlangsung, termasuk pendalaman terkait kondisi jalan yang diduga memiliki lubang dan menjadi faktor pemicu awal kecelakaan.

 

“Fakta adanya lubang di jalur Lintas Sumatera yang diduga menjadi faktor pemicu kecelakaan akan kami telusuri secara serius bersama pihak terkait. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

 

Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang melakukan perjalanan menggunakan Bus ALS pada rute tersebut agar segera menghubungi Posko DVI RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang melalui nomor +62 821-7803-8910 atau mendatangi langsung posko untuk proses identifikasi ante mortem.

 

DAFTAR KORBAN SELAMAT:

 

1. Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.

2. Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.

3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.

4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — mengalami luka lecet di kaki dan tangan serta diamankan di Kantor Satlantas Polres Muratara.

⠀DAFTAR KORBAN MENINGGAL DUNIA (TERIDENTIFIKASI AWAL):

 

1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau.

2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Desa Belani, Muratara.

3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, asal Jawa Tengah.

4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan.

5. Maleh (42), kenek Bus ALS, warga Medan.

 

Sebanyak 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.